Senin 12 Desember 2022,
Muara dua Sikabokus.com – Diduga Proyek Pemasangan bronjong Di Desa lubar Kecamatan buana pemaca Kabupaten oku selatan Sumatera selatan terkesan asal jadi.
Saat terpantau awak media, Senin (12/12/2022) proyek pembangunan bronjong sepanjang 100m di pinggiran Sungai komering tepatnya di Desa lubar Kecamatan buana pemaca Kabupaten oku selatan yang dikerjakan CV. ATHA RASKA KONTRUKSI dengan Nilai kontrak Rp.989.499.100,- Proyek Pembangunan Dinas pekerjaan umum dan Dinas tata ruang yang ada di Kabupaten oku selatan, yang masuk dalam anggaran APBD tahun 2022 diduga pengerjaannya asal-asalan.
Pantauan langsung tim awak media di lokasi proyek, Senin (12/12/2022) ditemukan kawat yang dipakai untuk pasangan Bronjong berukuran kecil, begitu juga dengan batu yang ada di lokasi berukuran kecil yang seharusnya batu yang di gunakan adalah batu gunung atau batu pecah sebagaimana mestinya, sehingga patut diduga pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Tim awak media menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi kami di lapangan pengerjaan proyek pembangunan turap atau bronjong yang berlokasi di Desa lubar kecamatan buana pemaca tersebut diduga kuat dikerjakan oleh kontraktor pelaksana asal jadi dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat,ungkap salah seorang tim awak media.
Ditambahkannya, bukan tidak beralasan kita menduga proyek tersebut asal jadi, contohnya material seperti batu dan kawat yang terpasang di lokasi proyek berukuran kecil.dan di bagian bawah dasar tidak sama sekali memakai galian pondasi.sehingga terlihat menggantung di atas aliran air sungai.dan jika dibiarkan kualitas dan mutu proyek pada bangunan bronjong sangatlah diragukan, lanjut tim.
Salah satu warga setempat yang enggan dituliskan namanya kepada awak media, senin (12/12/2022) mengatakan, ya benar kawat yang dipakai berukuran kecil dan juga batu yang di pakai berukuran kecil yang mana seharusnya memakai batu yang biasa di sebut batu pecah atau batu gunung.ungkapnya ke pada tim, akibatnya mutu dan kualitasnya sangat diragukan oleh masyarakat, ungkap salah seorang warga
Kemudian ada juga warga lain yang tidak mau disebut namanya menuturkan, kalau di bagain kawat bronjong ada yang tidak diikat, tentu akan mudah sekali batukali lepas dan hanyut terbawa arus sungai pada saat hujan deras, kemudian sepertinya pemasangan asal-asalan saja, yang penting pekerjaan selesai, demikian tuturnya.
Menurut data dan informasi yang di himpun tim investigasi awak media desa lubar kecamatan buana pemaca pengerjaan tangkis sungai dengan Bronjong, di duga tidak sesuai spesifikasi dan Rab, sehingga di khawatirkan akan tidak mampu bertahan lama dan akan menimbulkan kerusakan lebih parah terhadap bantaran sungai.
Ada ketentuan baku yang mengatur tentang Bronjong kawat yang digunakan untuk pemeliharaan tangkis sungai. Bronjong kawat adalah kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis Seng yang pada penggunaannya diisi batu-batu untuk pencegah erosi yang dipasang pada tebing-tebing, tepi-tepi sungai, yang proses penganyamannya menggunakan mesin. Acuannya adalah SNI 03-0090-1987 tentang Mutu dan Cara Uji Bronjong dan Kawat Bronjong, dan syarat bahan baku mengacu pada SNI 03-6154-1999 tentang Kawat Bronjong.
Berdasarkan acuan di atas, maka tim investigasi menemukan diduga kawat dan batu yang di gunakan tidak sesua spesifikasi dan rab.
Kami berharap kepada pemerintah khususnya dinas terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak lanjuti pemberitaan ini karena kuat dugaan telah terjadi KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) dalam pengelolaan APBD 2022 yang ada di desa LUBAR kecamatan Buana pemaca kabupaten Oku selatan tersebut,
(Rilis.tim,:)











