Sikabokus.com. Kroasia memenangkan pertandingan melawan Maroko yang membuat mereka menempati peringkat ketiga di Piala Dunia Qatar 2022, Sabtu (17/12/2022).

Sebagaimana yang dilansir oleh kompas.com, Kroasia sempat unggul cepat melalui gol menit ke 7′ lewat Josko Gvardiol. Namun Maroko merespon cepat dengan gol balasan di menit ke 9 melalui Achraf Dari. Skor pun imbang 1-1. Namun Kroasia unggul lagi jelang peluit babak pertama dibunyikan wasit Abdulrahman Al Jassim. Mislav Orsic meluncurkan bola ke tepi gawang yang tak bisa dijangkau kiper Maroko.
Kroasia unggul 2-1 hingga babak pertama selesai.
Kroasia sempat unggul cepat melalui gol menit ke 7′ lewat Josko Gvardiol. (fifa.com)
Pada babak kedua Maroko coba melakukan tekanan lebih kepada Kroasia untuk membuka peluang mengejar ketertingalan satu gol.
Beberapa peluang Maroko untuk menyeimbangkan skor sempat muncul, namun masih gagal di daerah pertahanan Kroasia.

Kroasia sendiri meski unggul, tampak coba menembus barisan pertahanan Maroko.
Hingga menit ke 80′, Kroasia masih unggul tipis penguasaan bola dengan 46 persen.
Sedangkan Maroko menguasai bola sebesar 44 persen menurut data statistik Fifa.
Pada menit-menit akhir pertandingan Maroko lebih banyak menguasai bola.
Sedangkan Kroasia cenderung defensif dibandingkan pada babak pertama.
Usaha Maroko menekan gagal hingga babak kedua berakhir
Kroasia menang dengan skor 2-1. Luka Modric Cs sah menempati posisi ketiga di Piala Dunia 2022 Qatar.
Pertandingan ini kemungkinan akan menjadi penampilan terakhir Luka Modric di Piala Dunia.
Menjelang pertandingan pertama Kroasia melawan Maroko di babak penyisihan grup, sang maestro lini tengah berbicara tentang masa depan.
Dia mengatakan jika Kroasia memenangkan Piala Dunia itu akan luar biasa dan jika itu terjadi dia bisa pensiun.
Tapi takdir menghalangi pemain Real Madrid untuk tampil di puncak kompetisi.
Kekalahan 3-0 dari Argentina di semifinal menghancurkan impian Kroasia, dan mereka kembali ke lapangan melawan Maroko untuk memperebutkan tempat ketiga.
Meskipun demikian, karir pemain nomor 10 Kroasia yang penuh gelar dan trofi itu tetap membuatnya menjadi salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola.
Kroasia bersama Luka Modric nyaris mencapai Final Piala Dunia FIFA kedua berturut-turut.
Sedikit balik ke masa lalu, Pelatih kepala Zlatko Kranjcar memanggil Luka Modric muda ke tim nasional senior pada 24 Februari 2006.











